KOREA
Rabu, 6 Mac 2013
kebudayaan
Budaya tradisional Korea diwarisi oleh rakyat Korea Utara dan Korea Selatan[1], walaupun keadaan politik yang berbeda telah menghasilkan banyak perbedaan dalam kebudayaan modern Korea.
Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi memengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.
Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini.
Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga.
Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Taman Korea
Taman korea adalah bentuk atau rancangan taman tradisional khas
Korea. Walau taman Korea amat dipengaruhi konsep taman Tiongkok, rancang
bangunnya memiliki keunikan tersendiri.
Karakterisitik taman Korea adalah kesederhanaan, alami dan tidak dipaksakan untuk mengikuti suatu aturan khusus. Dibanding taman Tiongkok dan taman Jepang yang memiliki banyak elemen pelengkap karena konsep mengimitasikan pemandangan asli, taman Korea mungkin lebih tampak kurang akan unsur pelengkap.
Taman Korea sangat mencolok dan sederhana karena selalu terdapat kolam teratai dengan bangunan paviliun di dekatnya. Kolam dihubungkan dengan aliran alami yang bagi orang Korea sangat indah untuk dipandang.
Taman-taman yang terkenal:
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hanbok
Pakaian tradisional Korea disebut Hanbok (Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (Chima).
Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin.
Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan atau upacara kematian.
Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan.
Kuliner Korea sebagian besar dibentuk dari hasil fermentasi yang sudah berkembang sejak lama. Contohnya adalah kimchi dan doenjang. Makanan fermentasi sangat berguna dalam menyediakan protein dan vitamin ketika musim dingin.
Beberapa menu makanan dikembangkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa khusus seperti festival atau upacara seperti ulang tahun anak yang ke-100 hari, ulang tahun pertama, perkawinan, ulangtahun ke-60, upacara pemakaman dan sebagainya. Pada peristiwa-peristiwa ini selalu dijumpai kue-kue beras yang berwarna-warni.
Makanan kuil berbeda dari makanan biasanya karena melarang penggunaan 5 jenis bumbu yang biasa dipakai seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang, rocambole (sejenis bawang), bawang perai, jahe serta daging.
Makanan kerajaan (surasang) saat ini sangat terkenal karena sudah dapat dinikmati seluruh lapisan rakyat.
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teh Korea
Teh diperkenalkan di Korea dari Tiongkok sejak lebih dari 2000 tahun lalu ketika agama Buddha disebarkan. Teh digunakan dalam upacara-upacara persembahan. Bentuk kebudayaan teh bangsa Korea terukir dalam upacara teh Korea (Dado).
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kalender Korea
Kalender Korea didasarkan pada kalender lunisolar.[2]
Kalender Korea dibagi dalam 24 titik putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival, upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender lunisolar.[3] [4]
Festival terbesar di Korea antara lain:
Banyak sekali permainan khas Korea seperti:
Arsitektur istana Deoksugung
Kehidupan
Rumah
Hanok, rumah tradisional Korea
Hanok tipe chogajip (rumah beratap jerami) di Desa Rakyat Korea, Seoul
Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini.
Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga.
Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.
Taman
Hyangwonjeong, sebuah taman di Gyeongbokgung, Seoul
Karakterisitik taman Korea adalah kesederhanaan, alami dan tidak dipaksakan untuk mengikuti suatu aturan khusus. Dibanding taman Tiongkok dan taman Jepang yang memiliki banyak elemen pelengkap karena konsep mengimitasikan pemandangan asli, taman Korea mungkin lebih tampak kurang akan unsur pelengkap.
Taman Korea sangat mencolok dan sederhana karena selalu terdapat kolam teratai dengan bangunan paviliun di dekatnya. Kolam dihubungkan dengan aliran alami yang bagi orang Korea sangat indah untuk dipandang.
Taman-taman yang terkenal:
- Poseokjeong dan Anapji, taman dari Silla, terletak di Gyeongju
- Huwon, yang berada di dalam kompleks istana Changdeok di Seoul
Pakaian
Hwarot, pakaian pengantin
Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin.
Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan atau upacara kematian.
Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan.
Kuliner
Bentuk kuliner Korea dipengaruhi oleh kebudayaan pertanian mereka. Makanan pokoknya adalah beras. Hasil utama pertanian rakyat Korea adalah beras, gandum dan kacang-kacangan. Hasil laut pun melimpah seperti ikan, cumi-cumi dan udang, sebab Korea dikelilingi 3 lautan.Kuliner Korea sebagian besar dibentuk dari hasil fermentasi yang sudah berkembang sejak lama. Contohnya adalah kimchi dan doenjang. Makanan fermentasi sangat berguna dalam menyediakan protein dan vitamin ketika musim dingin.
Beberapa menu makanan dikembangkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa khusus seperti festival atau upacara seperti ulang tahun anak yang ke-100 hari, ulang tahun pertama, perkawinan, ulangtahun ke-60, upacara pemakaman dan sebagainya. Pada peristiwa-peristiwa ini selalu dijumpai kue-kue beras yang berwarna-warni.
Makanan kuil berbeda dari makanan biasanya karena melarang penggunaan 5 jenis bumbu yang biasa dipakai seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang, rocambole (sejenis bawang), bawang perai, jahe serta daging.
Makanan kerajaan (surasang) saat ini sangat terkenal karena sudah dapat dinikmati seluruh lapisan rakyat.
Teh
Darye, upacara teh Korea
Festival
Kalender Korea dibagi dalam 24 titik putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival, upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender lunisolar.[3] [4]
Festival terbesar di Korea antara lain:
- Seollal, imleknya Korea yang jatuh tepat bersamaan dengan tahun baru Imlek.
- Daeboreum, festival bulan purnama pertama
- Dano, festival musim semi
- Chuseok, festival panen raya atau festival kue bulan
Permainan
Permainan Yut
- Baduk, igo versi Korea. Baduk sangat populer di kalangan orang tua.
- Janggi, versi lama dari catur Tiongkok, Xiangqi
- Yut, permainan keluarga yang sering dimainkan saat festival
- Ssangnyuk, backgammon versi Korea
- Chajeon nori, permainan tradisional perang-perangan antara dua kelompok orang
- Ssireum, bergulat
- Tuho, permainan melemparkan anak panah ke dalam pot
- Geunetagi, permainan ayunan besar
- Seokjeon, permainan melempar batu
- Gakjeo, gulat asal zaman Tiongkok kuno
because it's you
Jangan minta maaf
Belum saatnya cinta berakhir untukku
Jika kita putus kayak gini
Apa yang harus kuperbuat, apa ?
Aku punya cinta tapi aku tak bisa mencintai
Aku tak bisa mengungkapkan kata yang ingin kuucapkan
Cinta itu semakin menjauh
Perkataan yang kusimpan, membuatku menangis
Jangan berterima kasih
Ku ingin menyerahkan cintaku padamu tapi,
Kalau kita merasa asing seperti ini terus
Apa yang harus kulakukan, apa?
Aku punya cinta tapi aku tak bisa mencintai
Aku tak bisa mengungkapkan kata yang ingin kuucapkan
Cinta itu semakin menjauh
Perkataan yang kusimpan, membuatku menangis
Aku cinta padamu, apa yang harus kulakukan
karena aku cinta padamu?
Biarlah cinta ini menyakitkan
Walau kuhapus cinta terakhir dihidupku
Kaulah yang takkan pernah terhapuskan
Walau ini takdir yang menyedikan, ku tak bisa melepasmu
Aku cinta padamu karena itu kau.
Belum saatnya cinta berakhir untukku
Jika kita putus kayak gini
Apa yang harus kuperbuat, apa ?
Aku punya cinta tapi aku tak bisa mencintai
Aku tak bisa mengungkapkan kata yang ingin kuucapkan
Cinta itu semakin menjauh
Perkataan yang kusimpan, membuatku menangis
Jangan berterima kasih
Ku ingin menyerahkan cintaku padamu tapi,
Kalau kita merasa asing seperti ini terus
Apa yang harus kulakukan, apa?
Aku punya cinta tapi aku tak bisa mencintai
Aku tak bisa mengungkapkan kata yang ingin kuucapkan
Cinta itu semakin menjauh
Perkataan yang kusimpan, membuatku menangis
Aku cinta padamu, apa yang harus kulakukan
karena aku cinta padamu?
Biarlah cinta ini menyakitkan
Walau kuhapus cinta terakhir dihidupku
Kaulah yang takkan pernah terhapuskan
Walau ini takdir yang menyedikan, ku tak bisa melepasmu
Aku cinta padamu karena itu kau.
budaya
1. Perayaan ulang tahun 100 hari dan 1 tahun bayi
Kalau di Indonesia ada perayaan 1 bulanan dan 1 tahunan, lain lagi di
Korea. Mereka merayakan 100 hari si bayi yang biasa disebut dengan
baek-il. Perayaan ditujukan sebagai rasa syukur karena bayi bisa
melewati masa kritis untuk bertahan hidup. Kebanyakan orang tua Korea
sekarang hanya merayakannya sebagai adat dan sebagai simbol
untuk bergembira bersama keluarga.
Di beberapa variety show di Korea, tidak peduli seberapa
terkenal artis atau idola, mereka sangat menghormati senior mereka yang
biasa disebut Sunbae. Cara menghormati orang yang lebih tua dianggap
sebagai budaya Korea. Beberapa cara respek antara ralin :
Perayaan 100 hari dan 1 tahun bayi
Sementara itu, perayaan 1 tahun biasa disebut tol
jauh lebih mewah. Pesta ulang tahun besar bagi si anak lengkap dengan
berbagai jenis kue beras dan buah-buahan serta dihiasi dekorasi pada
sebuah meja besar. Keluarga yang merayakan mengenakan pakaian
tradisional Korea (Hanbok). Kemudian di depan si bayi akan diletakkan
beberapa barang untuk dipilih seperti di Indonesia. Barang-barang yang
diletakkan dianggap sebagai simbol pekerjaan yang akan dipilih oleh si
anak nantinya.
Barang-barang yang biasa diletakkan antara lain:
- Alat tulis - sarjana
- Uang - Kaya
- Kue / makanan - Pekerjaan terkait pemerintah.
- Benang - panjang umur (bukan penjahit lho..=D)
- Mouse – Pekerjaan terkait komputer. (bisa jadi gamer juga, hahaha)
2. Bahasa Hangul dan Kanji Korea yang unik
Hangul Korea
Bisa dibilang bahasa
Korea adalah salah satu bahasa tersulit dan kurang populer di dunia
sebelum meledaknya Kpop di seluruh jagat dunia. Bahasa ini ditemukan
pada dinasti Joseon oleh Raja Sejong yang Agung keempat pada Januari
1444. Sebetulnya tulisan kanji hangul ini diadaptasi dari kanji
Cina. Raja Sejong mencatat kesulitan bagi masyarakat umum dalam
mempelajari karakter tersebut, dan karena itu menciptakan quote ini,
“Orang bijak dapat mempelajari hangul sebelum pagi selesai; orang bodoh bisa mempelajari mereka dalam waktu sepuluh hari”
Dan menurut mereka
yang sudah belajar, bahasa Korea sangat mudah dipelajari setelah Anda
tahu aturan. Banyak ahli bahasa memuji bahasa Korea karena dirancang
dengan baik dari bentuk konsonan berdasarkan bentuk bibir, mulut
dan lidah sedangkan vokal dengan garis vertikal atau horisontal yang
membedakannya dari konsonan.
3. Kimchi
Kimchi
Setiap negara
memiliki makanan populer dan tradisional mereka, di Korea ada
Kimchi. Kimchi bukanlah makanan utama melainkan lauk tambahan. Sama
seperti kebanyakan orang Indonesia tidak bisa makan nasi tanpa
sambal, kebanyakan warga Korea tidak bisa makan tanpa ditemani Kimchi.
Kimchi untuk menambah selera makan biasanya dibuat dari fermentasi acar
kubis, sawi atau lobak pedas.
4. Rasa hormat
Rasa hormat ke orang yang lebih tua
- Harus tunduk saat menyapa seseorang yang lebih tua.
- Ketika diberi sesuatu oleh seorang yang lebih tua, Anda harus menerimanya dengan dua tangan.
- Jika orang yang lebih tua sedang berbicara kepada Anda, Anda harus mendengarkan dan tidak membuat kontak mata langsung.
- Ketika seseorang yang lebih tua menawarkan minuman (beralkohol), Anda harus menerimanya
- (Jika tidak bisa meminumnya, Anda bisa menempatkannya di atas meja dan mencicipi sedikit).
- Bila Anda minum minuman beralkohol Anda harus mengaktifkan wajah Anda ke samping dan meminumnya. Jangan minum menghadapi orang yang lebih tua.
5. Republik Bedah Plastik
Bedah Plastik di Korea
Ya, 2 negara di Asia yang terkenal dengan teknologi bedah
plastiknya adalah Thailand dan Korea. Bedah plastik adalah hal yang
biasa di Korea. Bahkan hadiah ulang tahun paling populer di Korea adalah
bedah plastik. Keajaiban teknologi di Korea yang membuat bedah plastik
tidak kelihatan sangat diakui dunia. Artis dan idola Korea bahkan tidak
malu mengungkap mereka melakukan bedah plastik, mereka bahkan masih
dicintai oleh fans mereka.
Yang menarik adalah menurut beberapa survey di Korea, kekuatiran
terbesar anak muda di Korea adalah berwajah jelek. Bahkan para pelamar
pekerjaan lebih mementingkan kecantikan wajah mereka dibandingkan
kualifikasi yang dimiliki. Menurut mereka, “kecantikan itu tidak
diturunkan tetapi diciptakan.”
Kecantikan dengan mata yang besar, hidung mancung dengan lubang
hidung mungil, dahi bervolume penuh dan muka kecil berbentuk V adalah
standar kecantikan menurut orang Korea. Jang Dong Gun dan Song Hye Kyo
adalah patokan mereka ketika melakukan operasi plastik menurut survey di
sana.
Langgan:
Ulasan (Atom)